~**Bicara maya tentang IMAN**~
Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Suatu Waktu
..sorang sahabat pernah meminta ..
"Katakanlah sesuatu tentang IMAN..."
"Katakanlah sesuatu tentang IMAN..."
Sahabatku..
Iman itu..
...ibarat tangga menuju ke langit
dgn nya...pintu redho terbuka
tiada hijab antara DIA dan HAMBA
dgnnya...terkadang kita berada di atas terkadang berada di bawah.
Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Iman itu kadang-kadang naik dan kadang-kadang turun..." (Hadis riwayat Tabrani dan Hakim)
Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Iman itu kadang-kadang naik dan kadang-kadang turun..." (Hadis riwayat Tabrani dan Hakim)

....bagaikan bulan di kegelapan malam
dgnya....
safar kian tersuluh...
resah tersirna...
dgnnya....
energy cinta berbicara indah
membentuk jejak yang semakin terarah
membentuk jejak yang semakin terarah

.
.... adalah oksigen bg sorang HAMBA
dgnnya..
jiwa keHAMBAAn lebih di hayati
dunia di tangan ... Akhirat di hati

..... bagaikan bekalan bg sorang musafir
dgnya...
ada kekuatan mendepani kejatuhan
ada kesegaran melayani kelelahan
untuk itu sahabat...
belai dan tatanglah I M A N dalam kehidupan
......semoga diriku dan dirimu dapat merasakan MANIS nya iman !!.....
Dari Fathul Baari (Syarah Shahih Bukhari), Kitab Iman
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ
الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ
الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا
سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا للهِ وَأَنْ
يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي
النَّارِ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna berkata,
telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab Ats Tsaqafi berkata, telah
menceritakan kepada kami Ayyub dari Abu Qilabah dari Anas bin Malik dari
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tiga perkara yang
apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman:
Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya.
Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena
Allah. Dan dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila
dilempar ke neraka”
Ulasan